Sabtu, 22 Oktober 2011

HIDUP BAHAGIA

Hampir setiap orang memiliki keinginan untuk hidup bahagia. Dan mengingat saya masih terbawa suasana dalam penulisan tentang perspektif, terus terang saya masih terpengaruh. Bahwa bahagiapun adalah sebuah perspektif. Setiap orang punya pendapatnya masing-masing tentang bahagia. Punya parameternya masing-masing. Ada yang merasa akan bahagia jika sudah punya rumah. Ada yang merasa bahagia jika sudah punya harta. dan banyak parameter lainnya.


Berikut KIAT HIDUP BAHAGIA (10 Langkah Bijak Untuk menjadi Bahagia)

1. NIKMATILAH HIDUP ANDA.
Orang-orang bijak mengatakan bahwa hidup ini adalah suatu perjalanan yang harus dinikmati. Dan saat untuk menikmatinya adalah saat ini, bukan kemarin atau esok. Masa lalu telah menjadi sejarah, dan masa depan masih suatu misteri, namun saat ini adalah suatu karunia. Saat inilah yang betul-betul Anda miliki dan sedang Anda jalani. Hanya apabila Anda bisa menghargai dan menikmatinya, maka hidup Anda akan menjadi saat-saat yang membahagiakan.

2. BUATLAH HIDUP ANDA RINGAN.
Setiap pagi, bangunlah dengan ucapan syukur untuk hari yang baru. Janganlah memulai hari Anda dengan keluhan agar sisa hari yang Anda jalani tidak kelabu. Hadapilah setiap tugas rutin dengan hati yang senang. Selesaikanlah setiap masalah dengan hati yang lapang. Usahakanlah untuk melakukan kegiatan yang dapat menyenangkan hati. Menjelang tidur, tinggalkanlah semua beban pikiran dan nikmatilah waktu istirahat agar esok Anda bangun dengan tubuh dan pikiran yang segar. Hidup ini ringan jika Anda membuatnya ringan, tapi hidup in berat jika Anda membuatnya berat.

3. PELIHARALAH KESEHATAN ANDA.
Kesehatan adalah asset yang sangat berharga untuk meraih kebahagiaan. Bayangkan, betapa sulitnya Anda merasa bahagia ketika gigi Anda sakit atau ketika reumatik Anda kambuh. Rawatlah tubuh Anda, makanlah makanan bergizi, beristirahatlah yang secukupnya dan berolahragalah secara teratur.

4. BELAJARLAH MENSYUKURI APA YANG ANDA MILIKI.
Kalau mau jujur, banyak sekali yang bisa Anda syukuri dalam hidup. Dan semakin mudah Anda mensyukurinya semakin dekat Anda dengan kebahagiaan. Ingatlah bahwa ketidakpuasan terhadap apa yang tidak Anda miliki adalah sumber ketidakbahagiaan.

5. SAYANGILAH DIRI ANDA SENDIRI.
Terimalah segala ketidak sempurnaan Anda tanpa kemarahan dan kebencian. Maafkanlah diri Anda setiap kali Anda sadar telah melakukan kesalahan. Berilah hadiah atau imbalan setiap kali Anda meraih keberhasilan sekecil apapun. Berusalah untuk selalu memberikan yang terbaik kepada diri sendiri.

6. BERJIWA BESAR.
Tidak ada gunanya memendam kemarahan, kebencian dan iri hati. Semua itu hanya membebani Anda dengan perasaan negative yang tidak menyenangkan. Belajarlah untuk memaafkan kesalahan orang lain, mengerti perasaan orang lain, mentolerir kelemahan orang lain dan menghargai prinsip orang lain yang berbeda dengan Anda.

7. BERSAHABATLAH.
Meskipun tidak semua orang menjadi sahabat, namun Anda perlu memiliki beberapa orang sahabat dekat. Sahabat dapat membantu pertumbuhan kepribadian, sahabat bisa menjadi tampat untuk berbagi, bercermin dan belajar. Persahabatan yang sejati akan menciptakan nuansa-nuansa kebahagiaan dalam hidup Anda.

8. BUATLAH ORANG LAIN MERASA BAHAGIA.
Ulurkan tangan kepada orang yang memerlukan bantuan Anda, jadilah pendengar yang baik ketika orang lain mencurahkan isi hatinya, hiburlah orang yuang sedang dilanda kesusahan, dsb. Semua keabikan yang Anda perbuat akan memperkaya hidup Anda dengan pengalaman-pengalaman yang membahagiakan. Kebahagiaan datang pada saat Anda tidak mengejarnya untuk diri sendiri, melainkan pada saat Anda membagi-bagikannya.

9. BERSIKAP OPTIMIS
Ketika Anda menghadapi masalah besar atau krisis, Anda dapat memilih untuk tetap bersikap optimis. Milikilah keyakinan bahwa badai pasti berlalu, keadaan akan menjadi lebih baik, persoalan akan terselesaikan. Anda bisa melihat kesukaran bukan sebagai batu sandungan yang menjatuhkan, tapi sebagai batu loncatan yang bisa membuat Anda naik atau sebagai ujian yang bisa membuat Anda lebih bijak. Optimisme bagaikan nyala api yang menemani Anda berjalan di kegelapan malam.

10. PERCAYALAH DAN SERAHKANLAH HIDUP ANDA KEPADA TUHAN.
Anda mempercayai Tuhan sebagai sumber kebahagiaan, serahkanlah hidup dan seluruh beban Anda kepada-Nya. Buatlah Dia tersenyum dengan berusaha mentaati-Nya. Semakin harmonis hubungan Anda dengan Tuhan, semakin harmonis hubungan dengan diri sendiri, maka semakin mudah Anda meraih kebahagiaan.

Makna "ABADI"

Keabadian atau kekekalan secara harfiah ialah sebuah satuan waktu yang tidak ada batasnya, atau waktu yang yang tidak berhingga, seperti yang diungkapkan dalam ungkapan perdamaian yang abadi, atau istirahat yang abadi.
Dalam pengertian falsafi dan agama yang dimaksudkan adalah sebuah realita transendental yang tidak sama dengan realita yang biasa. Bila kata keabadian diterapkan kepada sifat Ilahi, maka tidaklah cukup hanya pengertiannya sebagai perpanjangan waktu sehingga berlangsung tanpa akhir. Keabadian Ilahi adalah suatu keberadaan yang tanpa awal dan tanpa akhir, serta tak mengandung perubahan maupun urutan dalam waktu. Keabadian ilahi berada di luar dimensi waktu. Pengertian keabadian ilahi ini sukar dipahami oleh manusia sepenuhnya, karena manusia sendiri berada dalam dimensi waktu, dan apa yang ditangkap oleh manusia mengenai keabadian hanyalah secara analog.

Keabadian sebagai sebuah eksistensi tanpa waktu

Augustinus dari Hippo menuliskan bahwa waktu ada hanya dalam alam semesta yang diciptakan, bahwa Tuhan ada di luar waktu; bagi Tuhan tidak ada masa lampau atau masa depan, tetapi hanya masa kini yang keabadian.
Posisi itu disetujui oleh banyak orang yang percaya. Dan orang pun tidak perlu percaya pada Tuhan untuk mendukung konsep kekekalan ini: seorang matematikus ateis bisa saja mendukung prinsip filosofis bahwa angka dan hubungan di antara mereka ada di luar waktu, dan oleh sebab itu bisa diartikan sebagai keabadian.

COME FLY WITH ME...

C.I.N.T.A.

~ Cinta ~

Kata itu selalu mengiang di telingaku
Kata itu banyak di ucapkan oleh orang-orang
Kata itu pula yang banyak di senandungkan oleh para seniman
Tanpa kata itu dunia ini akan terasa hampa
Tanpa kata itu akan banyak sekali pergolakan di dunia ini
Kalau kita semua ingin dunia ini damai sentosa maka kita harus saling mencintai 1 sama lain
Marilah kita jaga dunia ini sebaik-baiknya dengan adanya cinta
Cinta itu tidak dapat dungkapkan tapi harus dilakukan
Cinta itu mempunyai banyak arti yang harus kita cari sendiri
Hidup ini harus ada rasa saling mencintai dan di cintai


@joecsr_777

Sabtu, 03 September 2011

Rasa CINTA

Salah satu telaga di lubuk hatimu mengalir sejuk hingga muara kelopak matamu...
Disanalah relung – relung cinta menemukan ketenanganya...
Berdenyut di setiap nadi, menggejolak dalam nurani...



Engkau tahu sesakit apapun yang di derita raga, ketenangan jiwa akan membuat semuanya menjadi manis...
Rasakanlah, dan rinai hujan turun di negri tanpa musim...

“Kesedihan itu KEPASTIAN”, namun “BAHAGIA adalah pilihan…”

“Kesedihan itu KEPASTIAN”, namun “BAHAGIA adalah pilihan…”

Ketika kau melihat dua orang cacat,

senyuman menghias dalam gelimang fkir yang tandus

Saat harta datang menggelora,

senyuman terukir tanpa butuh fikir

“Kesedihan itu KEPASTIAN”, namun “BAHAGIA adalah pilihan…”

Ada denyut berbeda menjamur dalam leka waktumu,

tak ada daya bahkan air mata terbaca

Kau berjalan tegap diatas permadani waktu,

sering kali kau terlonta akan jauh dan kecilnya bumi…

Dalam hidup…

“Kesedihan itu KEPASTIAN”, namun “BAHAGIA adalah pilihan…”

Senin, 29 Agustus 2011

Menciptakan Perdamaian

BERJUANG MEMBANGUN PERDAMAIAN
Elias Sumardi Dabur

Kita memimpikan suatu dunia yang bebas dari kekerasan. Dunia dengan keadilan dan harapan. Setiap orang hendaknya mengulurkan tangan kepada sesamanya, tanda perdamaian dan persaudaraan (The Prayer) 

Kalimat tersebut adalah penggalan syair lagu yang dinyanyikan oleh Celine Dion dan Andrea Bocelli yang sempat menjadi hits. Populernya lagu ini bisa jadi mewakili harapan atau kerinduan hadirnya damai ditengah realitas-realitas yang menantang: persoalan perang dan kekerasan, ancaman bencana, kemiskinan kronik, kelaparan, perusakan lingkungan hidup, kriminalitas, korupsi, fragmentasi masyarakat, berkembangnya budaya kematian dan kekerasan yang terbentang luas dalam rupa obat-obatan terlarang, epidemi aids, komersialisasi sex, penyebaran materi-materi porno, berkembangnya sikap permisif dalam masyarakat. Semua ini adalah tanda-tanda, atau gambaran-gambaran tidak adanya perdamaian.

Pengertian Damai
Dalam studi perdamaian, perdamaian dipahami dalam dua pengertian. Pertama, perdamaian adalah kondisi tidak adanya atau berkurangnya segala jenis kekerasan. Kedua, perdamaian adalah transformasi konflik kreatif non-kekerasan. Dari dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perdamaian adalah apa yang kita miliki ketika transformasi konflik yang kreatif berlangsung secara tanpa kekerasan. Perdamaian selain merupakan sebuah keadaan, juga merupakan suatu proses kreatif tanpa kekerasan yang dialami dalam transformasi (fase perkembangan) suatu konflik.
Umumnya pemahaman tentang kekerasan hanya merujuk pada tindakan yang dilakukan secara fisik dan mempunyai akibat secara langsung. Batasan seperti ini terlalu minimalistis karena rujukannya berfokus pada peniadaan atau perusakan fisik semata.
Dewasa ini apa yang menjadi penjelasan bagi pemahaman kita tentang kekerasan adalah hak-hak asasi dan martabat pribadi manusia. Perjuangan atas hak hidup sebagai hak yang paling asasi dipandang sebagai reaksi atau protes atas pengalaman penderitaan manusia . Pengalaman penderitaan itu di banyak tempat pada umumnya diakibatkan oleh kemiskinan, penindasan yang disertai kekerasan dan perlakuan dari struktur yang tidak adil. Di pihak lain, kekerasan sering juga digunakan untuk melindungi atau mengembangkan interese dan nilai-nilai dari kelompok yang kuat. Bentuk-bentuk kekerasan seperti di atas sering menelorkan banyak korban entah dalam bentuk material mau pun rohaniah. Kendati pun demikian, pengertian perdamaian tidak berhenti di situ. Perdamaian bukan sekedar soal ketiadaan kekerasan atau pun situasi yang anti kekerasan. Lebih jauh dari itu perdamaian seharusnya mengandung pengertian keadilan dan kemajuan. Perdamaian dunia tidak akan dicapai bila tingkat penyebaran penyakit, ketidakadilan, kemiskinan dan keadaan putus harapan tidak diminimalisir. Perdamaian bukan soal penggunaan metode kreatif non-kekerasan terhadap setiap bentuk kekerasan, tapi semestinya dapat menciptakan sebuah situasi yang seimbang dan harmoni; yang tidak berat sebelah bagi pihak yang kuat tetapi sama-sama sederajat dan seimbang bagi semua pihak.

Penyebab Tiadanya Perdamaian
Absennya perdamaian sesungguhnya cermin dari kebijakan ekonomi, politik, finansial yang tidak berkeadilan. Kebijakan politik tidak memihak pada tegaknya keadilan dan kedamaian. Tindakan kekuasaan politik dan kekuatan ekonomi cenderung sewenang-wenang yang mewujud secara struktural malah semakin menjadi-jadi. Korupsi, kolusi, nepotisme dan kesewenang-wenangan birokrasi yang masuk ke berbagai segi kehidupan semakin melembaga. Data statistik mengenai perkembangan dan pertumbuhan ekonomi selalu ditampilkan, seolah-olah nasib manusia hanya bergantung pada angka-angka itu. Padahal dibalik data statistik tersebut terdapat persoalan kemanusiaan yang rumit sebagai akibat dari kesenjangan dan ketidakadilan.
Konstelasi politik dewasa ini terjadi war against people, sementara dalam konstelasi ekonomi berlangsung profit over people. Noam Chomsky menyebutkan bahwa dalam kenyataanya realitas politik kekuasaan dijalankan dengan praktek kekerasan terhadap umat manusia, bahkan terhadap rakyatnya sendiri. Kultur teror menjadi bagian dari strategi dan cara penguasaan.





Ciptakan Perdamaian

Dihadapan realitas-realitas demikian, menciptakan perdamaian merupakan tugas mendesak. Membangun perdamaian itu bukanlah suatu utopia, bukan juga cita-cita yang tidak dapat dicapai, bukan mimpi yang tidak bisa direalisasikan. Perdamaian itu mungkin. Karena itu, membangun perdamaian adalah kewajiban kita, tanggung jawab utama kita. Damai itu tidak hanya diinginkan tapi diciptakan. Damai tidak hanya tindakan simbolis, berhenti pada piagam atau kovenan, undang-undang. John F. Kennedy mengatakan bahwa “ damai itu tidak hanya berhenti pada piagam atau kovenan. Ia terletak pada hati dan pikiran semua orang. Jadi, mari kita, tidak meletakan semua harapan pada dokumen semata. Mari kita berjuang membangun perdamaian, sebuah keinginan damai, hasrat bekerja bagi perdamaian di dalam hati dan pikiran semua masyarakat kita. Saya percaya kita bisa. Saya percaya bahwa masalah-masalah menyangkut nasib manusia tidak berada diluar jangkauan manusia.”
Membangun perdamaian melibatkan serangkaian pendekatan, proses, tingkatan yang diperlukan untuk transformasi berkelanjutan, relasi yang penuh damai, dan bentuk dan struktur ketatapemerintahan. Menciptakan perdamaian termasuk membangun hukum dan institusi HAM yang adil dan pemerintahan yang efektif. Singkatnya, membangun perdamaian memerlukan transformasi relasional dan struktural.

@joecsr_777